Selasa, 07 Mei 2013

Pengertian Pangan Fungsional Secara Umum

Pengertian Pangan Fungsional Secara Umum

Perhatian dalam bidang pangan saat ini dalam skala global telah berkembang dari yang dulu hanya sebagai pensuplai zat-zat gizi dan nutrisi bagi tubuh hingga saat ini menjadi penghilang suatu pengaruh bagi proses fisiologis sistematik. Adanya potensi kesehatan dalam makanan ini telah menarik perhatian banyak kalangan mulai dari konsumen, perindustrian, pemerintahan, ahli kesehatan dan para ahli peneliti medis. (Reff: Head - 995, Goldberg;Hoogenkamp - 1994).

Menurut FDA (Food and Drug Administration) mendefinisikan makanan dan minuman adalah produk yang dikonsumsi sehari-hari yang diklasifikasikan berdasarkan aroma, rasa dan citarasanya namun dewasa ini timbul paradigma bahwa produk makanandan minuman juga harus diperhatikan dari segi kelayakan bagi konsumen, yakni bahwa baik untuk dikonsumsi hingga bahkan dapat menyembuhkan dari berbagai macam jenis penyakit umum hingga pada jenis penyakit yang lebih spesifik. Hingga saat ini paradigma tersebut telah berkembang di kalangan para peneliti bahwa perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang produk-produk alami yang dapat menyembuhkan dari suatu penyakit-penyakit tertentu. Hal ini dikenal dengan istilah pangan fungsional. (Ref: Weng Chen; Head; Hasler – 1995).

Suatu produk makanan dan minuman akan tergolong sebagai produk pangan fungsional apabila :

  1. Bercitarasa tinggi.
  2. Bernutrisi dan bergizi tinggi.
  3. Memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi tubuh.

Fungsi fisiologis tersebut antara lain :

  1. Mencegah penyakit bagi tubuh.
  2. Menjaga daya tahan tubuh.
  3. Menjaga keseimbangan kondisi fisik.
  4. Memperlambat proses penuaan.
  5. Membantu proses penyembuhan setelah sakit, dan lain sebagainya.

Menurut para ilmuan Jepang produk dapat dikatakan sebagai pengan fungsional apabila :

  1. Produk berupa produk makanan umum (tidak berupa kapsul, tablet dan serbuk) yang berasal dari bahan alami.
  2. Dapat dikonsumsi layaknya makanan sehari-hari.
  3. Produk tersebut dapat mempunyai fungsi tertentu saat dicerna pada tubuh dan memiliki peran tertentu dalam proses metabolisme tubuh. Sebagai contoh: meningkatkan system kekebalan tubuh, mencegah timbulnya penyakit tertentu seperti jantung, kanker, osteoporosis dll, mengembalikan kondisi tubuh setelah terserang penyakit, menjaga kondisi fisik agar tetap fit, dan memperlambat proses penuaan.
Dapat disimpulkan bahwa pangan fungsional adalah produk makanan dan minuman yang bernutrisi, bergizi serta memiliki citarasa yang tinggi dan memiliki nilai tambah sebagai produk yang dapat memperbaiki status kesehatan, pencegah penyakit, dan dapat membantu proses pemulihan setelah sembuh dari sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong komen yang baik. Menerima kritik dan saran yang baik dan masuk akal. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya.