Selasa, 23 April 2013

Infeksi Salmonella

Infeksi Salmonella – penyebab dan gejalanya, diagnosa dan perlakuan terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut. Definisi infeksi terhadap salmonella adalah bakteria penyebab penyakit yang umumnya menyerang jalur pencernaan pada usus. Jenis bakteri ini hidup pada usus hewan dan manusia kemudian tersebar melalui feses (kotoran). Kebanyakan manusia terinfeksi melalui air yang terkontaminasi atau sumber-sumber makanan. Seperti daging dan telur dari kandang.

Biasanya, manusia yang terinfeksi salmonella akan terserang diare, demam dan perut mengejang dalam kisaran waktu 12 hingga 72 jam. Tanda-tanda dan gejala infeksi salmonella umumnya akan berakhir dalam 4 hingga 7 hari. Kebanyakan orang akan sehat dengan sendirinya tanpa perlakuan khusus.

Pada beberapa kasus, diare yang disebabkan infeksi salmonella dapat menyebabkan dehidrasi ekstrim dan membutuhkan perawatan medis. Gaya hidup tak beraturan dapat menyebabkan infeksi menyebar pada usus kita. Resiko menyebarnya infeksi salmonella besar jika kita berada pada perjalanan dengan tidak mengindahkan sanitasi yang baik.

Gejala-gejala yang ada disebabkan lebih dari 2000 varietas bakteri salmonella. Akan tetapi hanya sedikit yang menyebabkan penyakit pada manusia. Kebanyakan dari penyakit tersebut dapat diklasifikasikan sebagai gastroenteritis, yang kebanyakan menyebabkan diare. Tetapi sebagian varietas bakteri salmonella menyebabkan demam tifoid penyakit yang disebagian kasus menyebabkan kematian pada negara berkembang.

Gastroenteritis

Salmonella penyebab gastroenteritis kebanyakan disebabkan oleh makanan yang tidak matang (mentah) atau setengah matang, pada produk daging, ayam, atau telur. lama waktu inkubasi dari beberapa jam hingga dua hari. tanda dan gejalanya adalah sebagai berikut :

<!--[if !supportLists]
·        Mual
·        Muntah
·        Sakit perut
·        Diare
·        Demam
·        Mengigil
·        Sakit kepala
·        Muscle pain (sakit pada bagian persendian)
·        Darah pada feses  (Hasil buang air besar)
·        Demam Tifoid

Kebanyakan orang terjangkit demam tifoid dimana pada suatu daerah mereka mengadakan perjalanan pada ke tempat dimana penyakit tersebut menyebar secara umum. Periode inkubasi berkisar dari lima hingga 21 hari selama penyebaran. tanda-tanda dan gejalanya sebagai berikut:

Diare atau Sebelit

·        demam tinggi 102 f (38.8 C)
·        Demam meningkat cepat, tubuh memerah pada dada bagian atas
·        batuk
·        kebingungan (mental confusion)
·        detak jantung melambat
·        Pembesaran pada bagian hati dan limfa

Penyebab bakteri salmonella hidup pada usus manusia, hewan dan burung. Kebanyakan orang  terinfeksi oleh salmonella dengan memakan makanan yang telah terkontaminasi oleh kotoran (feses), makanan yang umumnya terinfeksi antara lain:

daging mentah, poultry dan seafood. feces mungkin tertinggal pada daging dan daging ayam olahan mentah pada saat proses penyembelihan.  Seafood mungkin terkontaminasi pada saat pemanenan dari air yang terkontaminasi.

telur mentah, kulit telur merupakan keadaan  yang sempurna pada proses kontaminasi, beberapa ayam yang telah terinfeksi memproduksi telur-telurnya bersamaan dengan salmonella bahkan sebelum membentuk cangkangnya. telur-telur mentah biasanya digunakan pada produk rumahan sebagai mayonnaise dan saus hollandaise.

Buah dan sayuran, beberapa proses produksi segar (mentah), sebagian terjangkit salmonella, mungkin dimana saat pencucian air telah terkontaminasi salmonella (tidak bersih). Kontaminasi dapat juga berasal dari ayam, dimana pada saat membuat jus setelah menyentuh daging mentah dan poultry (ayam atau telur) kontak dengan bahan yang belum dimasak seperti salad misalnya.

kebanyakan makanan terkontaminasi ketika pada saat penyajian karena tidak mencuci tangan mereka dengan benar setelah keluar dari toilet atau mengganti pakaian dalam. Infeksi juga akan disebabkan jika kita menyentuh hal-hal yang terkontaminasi dan memasukkan jari-jari kita pada mulut (pada saat mencicipi bahan makanan). Hal tersebut juga dapat terjadi pada hewan - terutama burung dan reptil.

Faktor Resiko

Faktor-faktor yang mungkin dapat meningkatkan resiko terinfeksi oleh salmonella dan aktivitas yang memungkinkan kontak dengan bakteri salmonella  dan menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi secara umum.

Penyebab Peningkatannya

·        Perjalanan internasional. Infeksi salmonella, termasuk varietas yang menyebabkan demam tipoid, banyak ditemukan pada negara berkembang yang tidak memperhatikan sanitasi lingkungan.

·        memiliki binatang pelliharaan burung dan reptil. beberapa hewan peliharaan seperti burung dan reptil, dapat terinfeksi dengan salmonella.

·        Hidup berkelompok (hippies). orang-orang yang hidup dalam satu tempat kecil berkelompok akan memperbesar kemungkinan terinfeksi dengan mudah karena akan memperbesar penyebaran. Selain itu, makanan yang disiapkam pada satu tempat biasanya membutuhkan wadah penyimpanan stok daging dan telur yang di dapat dari sumber-sumber yang berbeda. Hal ini membuka jalan satu telur yang terinfeksi atau satu pon, mengontaminasi seluruh persediaan.

Sakit perut atau Bowel Disorders (Usus)

Tubuh kita memiliki pertahanan alami melawan infeksi salmonella. Sebagai contoh, Asam lambung yang dapat membunuh banyak tipe dari bakteri salmonella. Tetapi beberapa masalah proses medis atau obat dapat memperpendek umur pertahanan tubuh alami ini. Sebagai contoh:

Antacids, memperkecil jumlah produksi asam lambung kita membuka jalan bagi salmonella untuk bertahan hidup.

Penyakit radang usus. kelainan ini adalah terdapatnya rusak pada lapisan pencernaan usus kita, yang mana mempermudah bagi bakteri salmonella untuk berkembang biak.

Penggunaan antibiotik berlebihan, Hal ini dapat menurunkan jumlah bakteria pada usus yang membantu proses kekebalan tubuh kita terhadap infeksi bakteri salmonella.

Masalah pada kekebalan tubuh

Menurut para medis atau ahli pengobatan nampaknya dapat meningkatkan reisko meniningkatnya infeksi salmonella oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh.     

·        AIDS
·        Penyakit siklus sell
·        Malaria
·        Obat anti-rejection pada organ transplants
·        Corticosteroid

Komplikasi infeksi salmonella sendiri tidak mengancam. Walaupun, pada sebagian orang  - terutama anak-anak, orang tua, pemberi organ transplant dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah - eksploitasi akibat komplikasi dapat lebih berbahaya.

Dehidrasi

Jika kita tidak minum air dengan cukup untuk menggantikan air yang keluar saat diare kita dapat terkena dehidrasi. Tanda-tandanya antara lain :

Mata cekung

·        Mulut dan lidah kering
·        Produksi air mata menurun
·        Penurunan jumlah urin

Bacteremia

Jika salmonella menginfeksi masuk ke pembuluh darah (bacteremia), ia dapat menginfeksi jaringan seluruh tubuh kita, termasuk:

·        Jaringan di sekitar otak dan spinal cord (meningitis)
·        Lapisan pada jantung atau katup (endocarditis / lapisan dalam jantung)
·        Tulang -tulang kita atau tulang sum-sum (Osteomyelitis)

Nyeri arthritis

Bagi kita yang telah terjangkit salmonella memiliki resiko tinggi terkena nyeri artritis. Dikenal juga dengan nama Sindrom Reiter, reaksi artritis umumnya disebabkan:

·        Mata iritasi
·        Rasa sakit pada saat buang air kecil
·        Sakit pada persendian

Persiapkan diri sebelum menghadiri pertemuan karena kebanyakan orang tidak membutuhkan perhatian medis jika terjangkit infeksi salmonella, karena akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, walaupun pada bayi, anak kecil dan orang tua, kita dianjurkn bertemu dokter jika penyakit tidak sembuh dalam beberapa hari. diiringi dengan demam tinggi atau feses berdarah, atau terlihat seperti gejala dehidrasi dehidrasi (lemas).

Yang dibutuhkan dokter untuk mendiagnosa

Dokter akan menanyakan:

·        Kapan rasa sakit dimulai
·        Berapa kali terjadi muntah atau diare
·        Pada saat muntah atau diare mengandung lendir atau darah
·        Apakah kita demam
·        Apakah belangan ini kita mengadakan perjalanan ke luar negeri

Tes dan diagnosis infeksi salmonella dapat terdeteksi dengan pengujian sampel atau feses. Walau demikian, tes ini mungkin tidak terlalu dianggap karena kebanyakan orang sudah kembali sembuh dari gejalanya saat kembali mengambil hasil.

Jika dokter mungkin menemukan tanda-tanda keberadaan salmonella pada aliran darah kita, dia akan menyarankan untuk uji sampel bakteria pada darah kita.

Perlakuan dan pengobatan

Anti diare. Obat seperti loperamide (imodium) dapat meringankan kejang, tetapi dapat menyebabkan diare lebih lama disebabkan oleh infeksi salmonella.

Antibiotik. Jika dokter mencurigai bakteri salmonella masuk ke dalam aliran darah, dia akan memberi resep antibiotik untuk membunuh bakteria.

Pencegahan penularan infeksi salmonella, hindar penyebab penyebaran bakteria pada orang lain. Tindakan pencegahan juga penting saat menyiapkan makanan untuk bayi, orang tua dan semua orang.

Cuci tangan

Mencuci tangan dengan sempurna dapat membantu mencegah pemindahan bakteri salmonella pada mulut kita atau apapun produk makanan jika akan menyajikan makanan. Bersihkan tangan setelah:

·        Menggunakan toilet
·        Mengganti pakaian dalam
·        Menyajikan daging atau daging ayam dan telur
·        Bersihkan feses ternak
·        Menyentuh reptil atau burung

Memisahkan wadah penyimpanan

Tempat penyimpanan daging mentah, daging ayam dan telur, seafood jauh dari makanan lain di lemari pendingin.

Jika perlu sediakan dua alat pemotong di dapur - yang satu untuk daging dan yang lain untuk sayuran dan buah

Jangan pernah meletakkan makanan pada piring yang tidak dicuci setelah digunakan untuk daging mentah sebelumnya.

Hindari Memakan Telur Mentah

Biskuit, es cream dan eggnog adalah makanan mengandung telur. Jika ingin mengonsumsinya pastikan pembuatannya menggunakan telur yang sudah di pasteurisasi.

© 1998-2009 Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).

(extracted from Mayoclinic.com) 








-->